CARIU, Bogor Timur Parameter –

Ribuan warga memadati dua desa di Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, untuk menyaksikan Pesta Rakyat Adu Kluwung 2026, tradisi budaya langka yang kembali digelar usai Idul Fitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3/2026).

 

Tradisi yang dikenal sebagai Ngadu Karbit ini berlangsung di Desa Sukajadi dan Desa Kutamekar, dengan menghadirkan dentuman meriam karbit yang menggema dan menjadi daya tarik utama masyarakat lokal hingga wisatawan.

 

Di Kampung Sukajadi dan Kampung Bakan Pojok, puluhan peserta secara bergantian menyalakan meriam berbahan karbit. Suara dentuman keras yang dihasilkan menciptakan atmosfer khas yang menjadi identitas budaya masyarakat Cariu.

 

Adu Kluwung merupakan tradisi yang digelar setiap tiga tahun sekali setelah perayaan Idul Fitri. Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

 

“Momentum ini bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari tradisi yang memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar tokoh masyarakat setempat.

 

Antusiasme tidak hanya datang dari warga sekitar, tetapi juga pengunjung dari luar daerah yang ingin menyaksikan langsung tradisi unik tersebut. Kehadiran ribuan orang menunjukkan tingginya minat terhadap wisata budaya di Kabupaten Bogor.

 

Untuk memastikan keamanan, aparat dari Polsek Cariu menerjunkan sekitar 40 personel yang dibantu unsur masyarakat. Pengamanan dilakukan di dua titik utama guna mengantisipasi kepadatan pengunjung.

 

Pihak kepolisian memastikan kegiatan berlangsung tertib tanpa insiden berarti hingga selesai.

 

Keberhasilan penyelenggaraan Adu Kluwung 2026 memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai daerah yang kaya akan tradisi lokal. Pemerintah daerah dinilai terus mendorong pelestarian budaya sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis kearifan lokal.

 

Momentum ini juga menjadi peluang strategis untuk meningkatkan kunjungan wisata pasca-Lebaran serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.(Jo)